Rabu, 15 Oktober 2025, menjadi malam yang penuh keberkahan di Masjid Desa Toreo. Seusai salat Magrib, suasana masjid kembali ramai oleh tawa dan semangat anak-anak yang datang membawa Al-Qur’an besar di tangan mereka. Dari suaranya yang lembut hingga lantunan ayat-ayat suci yang bergema, masjid seakan dipenuhi cahaya dan ketenangan.
Kegiatan mengajar mengaji ini berlangsung hingga waktu salat Isya tiba. Para mahasiswa bersama masyarakat dengan sabar mendampingi anak-anak dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an, melatih tajwid, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap firman Allah.
Selain mengaji, suasana semakin hangat dengan cerita ringan tentang akhlak dan doa-doa harian, menjadikan kegiatan ini tidak hanya tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan.
Dari kegiatan sederhana di malam hari ini, tumbuh harapan besar bahwa anak-anak Desa Toreo akan menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, dan selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya.
Rabu, 15 Oktober 2025, menjadi malam yang penuh keberkahan di Masjid Desa Toreo. Seusai salat Magrib, suasana masjid kembali ramai oleh tawa dan semangat anak-anak yang datang membawa Al-Qur’an besar di tangan mereka. Dari suaranya yang lembut hingga lantunan ayat-ayat suci yang bergema, masjid seakan dipenuhi cahaya dan ketenangan.
Kegiatan mengajar mengaji ini berlangsung hingga waktu salat Isya tiba. Para mahasiswa bersama masyarakat dengan sabar mendampingi anak-anak dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an, melatih tajwid, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap firman Allah.
Selain mengaji, suasana semakin hangat dengan cerita ringan tentang akhlak dan doa-doa harian, menjadikan kegiatan ini tidak hanya tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan.
Dari kegiatan sederhana di malam hari ini, tumbuh harapan besar bahwa anak-anak Desa Toreo akan menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, dan selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya.